Langsung ke konten utama

UTS Profesi Jurnalistik: DEMO MAHASISWA DI PATUNG SLAMET RIYADI 14 APRIL 2022




Oleh: Miftah Asyrofi Muhtar

SURAKARTA--Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Solo Raya (BEM SR) melakukan aksi di bundaran gladak Surakarta pada tanggal 14 April 2022 untuk menuntut kebijakan-kebijakan pemerintah yang dirasa sangat merugikan rakyat. 

Isu-isu yang muncul belakangan ini seperti perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu tahun 2024 membuat masyarakat geram. Tidak hanya itu, masyarakat ditambah geram dengan kenaikan harga pangan dan energi. Hal ini membuat pertanyaan dikalangan masyarakat ditengah ekonomi yang sebenarnya baru pulih setelah waktu pandemi.  

Dengan adanya permasalahan tersebut, menggunggah mahasiswa untuk melakukan aksi. Aksi tersebut diprakarsai oleh aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se-Solo raya. Adapun tuntutan yang disuarakan mahasiswa adalah mengenai penundaan pemilu 2024 serta isu perpanjangan jabatan presiden menjadi tiga periode, kenaikan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya, kenaikan harga bahan bakar bermotor (BBM), naiknya pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11%, dan meminta untuk mengkaji ulang undang-undang IKN.

Aksi tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 April 2022, jam 14.00 dengan rute dari ngarsopuro menuju gladak dengan titik finis berada di bundaran patung slamet riyadi surakarta. Aksi tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di solo raya. Aksi ini bertepatan pada bulan puasa tetapi mahasiswa tetap berantusias untuk mengikuti dan menyuarakan aspirasi rakyat. “walaupun pada bulan puasa kita tetap antusias karena menurut kami ini adalah permasalahan di negara ini yang perlu untuk segera dituntaskan”. Kata Udin salah satu mahasiswa yang mengikuti aksi.

 Mahasiswa terus berorasi selama perjalanan dari ngarsopuro menuju bundaran gladak atau patung slamet riyadi solo dengan diselingi nyanyian keras bernada sindiran kepada pemerintah dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan saat ini. Kebijakan-kebijakan tersebut membuat inflasi ekonomi di indonesia ditengah-tengah pulihnya ekonomi dunia setelah pandemi covid-19.

Setelah ratusan mahasiswa sampai di titik kumpul yaitu di bundaran Gladak Surakarta atau tepatnya di patung Slamet Riyadi Surakarta, mahasiswa mulai menyuarakan tuntutan-tuntutan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut disuarakan melalui orasi mahasiswa yang dipimpin langsung oleh koordinator lapangan sekaligus sebagai koordinator aliansi BEM Se-Solo Raya Widi Adi Nugroho. Selain melalui orasi, mahasiswa menyampaikan tuntutan-tuntutan tersebut melalui poster atau banner. "Kami menyoroti kenaikan harga minyak goreng, kenaikan harga dan kelangkaan BBM, serta pengkajian ulang UU IKN. Tuntutan itu kami rasa adalah hal yang paling urgent," kata Widi sebagai koordinator lapangan. Selain itu salah satu mahasiswa yang mengikuti demo tersebut juga menyampaikan bahwa demo yang dilakukan ini sangat urgent mengingat isu-isu dan permasalahan yang ada di indonesia saat ini perlu ditindak lanjuti dan dikawal. “saat ini indonesia bisa dikatakan sedang mengalami krisis, hal itu ditandai dengan ekonomi yang tidak stabil dengan ditambah berbagai isu yang muncul sehingga membuat publik memanas. Maka dari itu kita sebagai mahasiswa yang diyakini adalah kaum-kaum intelek harus terjun dan menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah agar isu-isu serta permasalahan tersebut segera dituntaskan”. Ujar Ade Fian salah satu mahasiswa yang ikut serta dalam aksi tersebut.

Dengan adanya demo atau aksi tersebut membuat lalu lintas sepanjang jalan slamet riyadi solo macet. Maka dari itu, aksi tersebut membuat polresta surakarta turun untuk mengamankan jalannya aksi agar berjalan secara damai dan tertib. Dengan dukungan pihak kepolisian tersebut, aksi mahasiswa di bundaran gladak bertepatan di bundaran patung slamet riyadi surakarta berjalan secara tertib dan damai. Aksi tersebut berakhir tepat pada pukul 17.00, Mahasiswa kembali ke titik kumpul yaitu di ngarsopuro surakarta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata New Selo Boyolali

    New Selo yang bertempat di Lencoh Boyolali, Jawa Tengah adalah salah satu wisata terpopuler dan banyak dikenal di Boyolali. Wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dihari libur maupun hari biasa. New Selo terletak di dataran tinggi tepatnya dilereng gunung merapi.  Wisata New Selo memberikan nuansa tersendiri ketika kita berkunjung, udara yang sejuk khas pegunungan menambah sensasi yang berbeda ketika kita berkunjung kesana.      panorama keindahan wisata New Selo tak bisa diragukan, garangnya lanskap pemandangan gunung merapi dan lembutnya pemandangan lanskap gunung merbabu menambah wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi. Kita hanya cukup membayar 10 ribu rupiah dan sudah bisa menikmati fasilitas yang lengkap ditambah lagi dengan menikmati indahnya pemandangan gunung merapi, gunung merbabu, dan indahnya kota boyolali. Selain itu, di New Selo terdapat sumber mata air yang konon bisa menghidupi sebagian besar warga Selo Boyolali yang bernama "tuk...

KIAI SINGOPRONO

     Makam Kiai Singprono di Gunung Tugel Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Kiai singoprono tinggal dan menjadi tokoh agama di suatu desa. Nama desa tersebut dikenal dengan nama Walen. Kiai Singoprono adalah putra dari kyai Ageng Wongsoprono II. kyai Ageng Wongsoprono II adalah Putra Raden Djoko Dandun (Syaikh Bela Belu) Putra Raja Majapahit ( Brawijaya V). Kiai singoprono terkenal sakti dan taat. Istrinya bernama Tasik Wulan. Sifat Kiai Singoprono yang suka menolong, sangat berbudi luhur dan sakti telah tersebar ke luar daerah. Penghasilannya diperoleh dari bercocok tanam. Selain itu, konon katanya Kiai Singoprono juga tidak malu menjual dawet dan nasi di pinggir jalan. Meskipun menjual untuk memperoleh penghasilan namun tidak jarang pula Kiai Singoprono membagikannya untuk yang membutuhkan. Tempat tinggal kiai singprono yaitu di desa walen memang memiliki banyak sejarah yang kemudian menjadi salah satu desa yang menjadi cikal bakal terbentuknya nama-nama desa atau wi...

MENYATU DENGAN ALAM DI PANTAI JUNGWOK KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

  Oleh : Miftah Asyrofi Muhtar Setelah sekian lama kita tak beraktivitas karena adanya pandemi yang menghantam semua umat manusia akhirnya kita bisa menikmati lagi sebuah kebebasan untuk beraktivitas di luar rumah. Begitupun kegiatan perkuliahan yang semula dilaksanakan secara daring akhirnya perlahan mulai dilaksanakan secara luring. Di momen itulah saya dan teman-teman berkumpul kembali seperti sebelum pandemi datang.  Akhirnya kita semua merencanakan untuk berliburan setelah sekian lama tidak bertemu.  Sebenarnya rencana ini sudah direncanakan sebelum pandemi datang. Tetapi mungkin dari saya atau teman-teman memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebenarnya liburan ke pantai tersebut merupakan rencana dadakan. Rencana tersebut tiba-tiba muncul di benak saya pada saat kuliah. Setelah kuliah, kami pergi ke talokan. Ya, talokan namanya. Talokan adalah sebuah angkringan yang terletak di pinggir sawah di  mendungan, Pabelan, kecamatan kartasura. Kami biasa me...