Langsung ke konten utama

UAS Profesi Jurnalistik: Persiapan Idul Adha 1443 Hijriah di Dukuh Walen Desa Walen Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali

Persiapan Idul Adha 1443 Hijriah di Dukuh Walen Desa Walen Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali


suasana penyembelihan hewan qurban di halaman masjid Al-Hakim Dukuh Walen

Boyolali – Bertepatan pada tanggal 10 Dzulhijah 1443 H umat islam merayakan hari raya Idul Adha. Idul adha merupakan salah satu hari raya besar umat islam setelah hari raya idul fitri. Hari raya idul adha identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai salah satu ibadah yang harus dipenuhi oleh muslim yang mampu. Hari raya idul adha khususnya di Desa Walen, kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali jatuh pada hari Sabtu, 9 Juli 2022.

Pada tanggal 8 Juli 2022 saya dan teman-teman takbiran di masjid sembari menyiapkan sholat ied untuk ke-esokan harinya. Pada malam itu saya membuat shaf untuk sholat ied dan teman saya ada yang membersihkan halaman masjid, menyapu lantai masjid, dan membersihkan kamar mandi masjid. Setelah itu, kami sama-sama untuk menyiapkan tempat untuk penyembelihan hewan qurban di depan masjid. Kami membuka sumur kubangan yang memang dibangun khusus untuk penyembelihan hewan qurban setiap tahunnya. Masih ada beberapa sisa kotoran hewan qurban tahun lalu yang saat itu sudah terfermentasi menjadi pupuk. Kami saling gotong royong untuk membersihkan. Saat membersihkan tiba-tiba datang bapak-bapak yang meminta kotoran tersebut “leee, kotorane tak mintane, biar saya jadikan sebagai pupuk kompos dan kebetulan saya dirumah senang bercocok tanam” tegas bapak itu. Bapak tersebut bernama Amin Ghozali yang memang beliau hobi bercocok tanam semenjak beliau pensiun. Setelah semuanya bersih dan kami selesai mengantarkan kotoran tersebut ke rumah bapak tersebut, kami istirahat sejenak dan menyantap hidangan yang sudah disiapkan oleh takmir masjid. “wah nyerang es teh seger kih” tegas teman saya yang dari tadi berjibaku mengambil kotoran di dalam sumur.

Setelah beristirahat, kami membersihkan badan dan masuk ke dalam masjid untuk bertakbiran. “sungguh malam yang sangat lelah” gumam rifqi salah satu teman saya yang bertubuh tinggi berbadan besar namun senang mengeluh. “nggak papa pahala kok” saut teman saya yang bernama ridho yang memang dia sering disebut sebagai pemuda alim, tapi sebenarnya kita semua sama saja hehe. Setelah beberapa jam kita bertakbiran, jam menunjukan pukul 00.10 dini hari. Ada beberapa hewan qurban yang datang ke masjid, yaitu sapi dari salah satu kelompok qurban. Kemudian teman saya mengirim pesan ke grup whatsApp panitia qurban untuk mengabari bahwa sapi sudah mulai berdatangan “ayo persiapan petugas penjaga, siap-siap sapi sudah berdatangan”. Memang waktu rapat, ketua takmir sudah membagi petugas untuk menjaga hewan qurban saat dini hari agar hewan tersebut tidak hilang. Hal tersebut karena hewan qurban berada di dekat kebun dan jika dini hari tempat tersebut sepi walaupun dekat dengan masjid. “wah ini jatahku dulu, tapi kok ngantuk banget ya” batin saya. Kemudian tanpa sengaja teman saya dengan kulit putih sambil mengalungkan sarung di lehernya dengan mengenakan kaos hitam polos dan celana pendek berwarna biru datang, teman saya tersebut bernama rudi “rud sapinya jaganen dulu ya, aku tak tidur dulu bentar, cuapekk tenan aku” sautku. Rudi hanya mengangguk dan berkata “yaudah tiduro dulu, nanti tak bangunin”. Kemudian saya tidur sebentar dan tepat pada pukul 04.00 rudi membangunkan saya dan menyuruh untuk pulang karena sudah ada ganti untuk menjaga hewan tersebut “tah, tah bangun, pulango aja udah ada pak hadi katanya mau nunggu disini sampai subuh” kata rudi. Kemudian saya bangun dan melihat pak hadi sudah siap dengan memegang secangkir kopi hitam dan memegang sebatang rokok sambil duduk diatas kursi panjang di dekat kebun tersebut. Saya segera bergegas pulang dan melanjutkan tidur sebentar hingga tiba waktu subuh.

Tak lama kemudian sekitar 15 menit saya mendengar azan subuh sudah berkumandang. Bapak saya mengetok pintu kamar saya untuk membangunkan agar segera bergegas ke masjid untuk solat subuh berjamaah. “tok tok tok, bangun tah udah subuh” seru bapakku sambil mengetok pintu kamar. “ah tidur belum lama sudah bangun lagi, nanti masih ada kegiatan banyak pula” gumamku. Kemudian saya segera bergegas untuk mengambil air wudhu dan segera pergi ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Setelah selesai solat kemudian saya duduk di depan masjid bersama rudi “gimana rud, sapine aman?” tanya saya ke rudi. “siap aman, urusan kalo dikasihkan ke aku semuanya beresss” jawab rudi. Setelah itu kami segera bergegas pulang untuk persiapan melakukan solat iedul adha yang akan dilaksanakan pukul 06.00 tepat. “sapinya gimana ini” tanya rudi. “nggak papa, udah rame ini udah banyak bapak-bapak nanti takbiran sampai solat ied nanti” jawabku sambil meyakinkan rudi.

Sampai rumah saya tidak segera mandi karena memang antri, “dek kamu duluan, cepet nggak usah lama-lama” tegas saya kepada adik saya laki-laki yang sedang duduk dengan mainan hape dan berkalung handuk. “iya mas, bentar” saut adik saya. Saya mendapat giliran mandi terakhir dan saya gugup karena waktu menunjukan pukul 5.40 yang artinya solat ied dilaksanakan 20 menit lagi. Saya segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke masjid. Saya mengenakan sarung orenge dan baju koko putih kenang-kenangan dari ibu saya yang memang sudah mendahului kami sekeluarga dua tahun silam. “semoga engkau diberikan tempat terbaik dan terindah disisinya ya buk, kami merindukanmu dan aku hanya bisa mendoakanmu buk” gumam saya. Kemudian saya segera bergegas ke masjid untuk melaksanakan solat ied.

Setelah selesai sholat, saya dan teman-teman membereskan tempat sholat ied dan membersihkan halaman masjid untuk persiapan digunakan sebagai pemotongan hewan qurban. Setelah selesai kami membuka kotak amal masjid untuk menghitung jumlah uang yang masuk dari infaq solat idul adha. “wah dapat banyak nggak nih” gumam teman saya wahyu dengan peci hitam, baju biru dan sarung merah sambil bersenderan di tembok. Setelah selesai kami segera pulang untuk ganti pakaian dan bersiap penyembelihan hewan qurban. Saya pulang dan kami sekeluarga sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid untuk menyaksikan penyembelihan hewan qurban. Pada saat itu, jumlah hewan qurban terdapat 7 sapi dan 5 kambing.

Setelah selesai sarapan dan ganti pakaian, saya segera bergegas ke masjid dan pada saat itu saya diamanahi ketua takmir untuk menjadi bendahara panitia hewan qurban. Saat saya datang sudah ada bapak-bapak yang menghadang saya sambil menyodorkan uang “ini iuran biaya operasional kelompok pengurban saya” kata bapak itu dengan gaya khas topi terbalik. Kemudian saya mencatat seluruh uang yang masuk dan keluar dari kegiatan qurban tersebut. Sambil mencatat keuangan, saya membantu untuk menimbang daging qurban yang sudah dipotong-potong. “wah ini tadi sapinya pak hasim daginge banyak” gumam salah satu ibu-ibu yang membantu untuk memotong-motong daging qurban. “memang, sapinya besar tadi” saut ibu-ibu lainnya yang sedang duduk sambil memegang pisau yang digunakan untuk memotong hewan qurban. Setelah semuanya selesai kami segera membagikan daging-daging tersebut ke warga dukuh walen.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENIKMATI SEGERNYA SOTO DAN PENTOL KUAH KHAS WARUNG MAKAN BU FITRI DI CEMORO KANDANG TAWANGMANGU

  Diambil dari Miftah Asyrofi Muhtar  (Sabtu, 14 Januari 2023) Cemoro kandang merupakan wilayah dari kecamatan Tawangmangu bagian paling timur dari Kabupaten Karanganyar. Kawasan ini berada di ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut. Udara dingin dari pegunungan sangat terasa di kawasan ini. Ditengah dinginnya udara di kawasan ini, rasanya lidah ini ingin menyantap masakan yang panas-panas untuk menghangatkan tubuh ini. Saat melintas di jalan yang naik dan berbelok-belok, dari sekian banyaknya warung di pinggir jalan saya tertarik berhenti ke salah satu warung soto yang sangat menarik desainnya, warung Bu Fitri namanya. Warung ini terletak di depan pas tulisan Titik 0 Cemoro Kandang dekat dengan perbatasan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karanganyar. Warung soto ini di desain dengan nuansa kekinian yang menarik para pemuda-pemudi atau wisatawan untuk berhenti di warung Bu Fitri ini. Warung ini sangat luas dan terdapat 3 lantai. Tempat duduknya lesehan kecuali untuk lantai...