Langsung ke konten utama

MENYATU DENGAN ALAM DI PANTAI JUNGWOK KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

 


Oleh : Miftah Asyrofi Muhtar

Setelah sekian lama kita tak beraktivitas karena adanya pandemi yang menghantam semua umat manusia akhirnya kita bisa menikmati lagi sebuah kebebasan untuk beraktivitas di luar rumah. Begitupun kegiatan perkuliahan yang semula dilaksanakan secara daring akhirnya perlahan mulai dilaksanakan secara luring. Di momen itulah saya dan teman-teman berkumpul kembali seperti sebelum pandemi datang.  Akhirnya kita semua merencanakan untuk berliburan setelah sekian lama tidak bertemu. 

Sebenarnya rencana ini sudah direncanakan sebelum pandemi datang. Tetapi mungkin dari saya atau teman-teman memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebenarnya liburan ke pantai tersebut merupakan rencana dadakan. Rencana tersebut tiba-tiba muncul di benak saya pada saat kuliah. Setelah kuliah, kami pergi ke talokan. Ya, talokan namanya. Talokan adalah sebuah angkringan yang terletak di pinggir sawah di  mendungan, Pabelan, kecamatan kartasura. Kami biasa menyebut dengan angkringan talokan karena memang di depan angkringan tersebut ada banyak pohon talok. Angkringan tersebut sangat ramai, dengan tempat yang luas, rindang, dan sejuk menjadi tempat nongkrong favorit mahasiswa UMS. Seperti biasa, kami pergi ke talokan dengan boncengan dari parkiran kampus dan saling bercengkrama dan bergurau di sepanjang jalan. "he ayo ke talokan" ucap udin. "iya tak ambil motor dulu, tunggu di depan gerbang aja" balas saya. 

Setelah kami tiba di angkringan tersebut, kami langsung mengambil sebuah jajanan sederhana seperti 1 tusuk bakso, satu tusuk usus dan nasi kucing. Ya, kami menyebutnya dengan nasi kucing, karena memang isi dari bungkusan nasi tersebut adalah sedikit nasi dengan dibalut ikan bandeng yang biasa disukai oleh se-ekor kucing. Setelah selesai mengambil jajanan dan memesan sebuah minuman kami langsung menuju ke tempat yang nyaman untuk kami saling bercanda gurau dan bercengkrama. "he ayo jadi nggak camping ke pantai?" ucap saya untuk mengawali pembicaraan. "ayo kapan, mumpung kita semua disini" saut ucup. Nama ucup adalah sebuah nama panggilan, nama sebenarnya adalah Yusuf. Kami memanggil dengan nama ucup karena orangnya yang kecil, ganteng, sembrono, dan pecicilan. Dengan awal mula pembicaraan tersebut kami mulai membahas kapan enaknya kita pergi camping ke pantai. "besok aja gimana, pas hari sabtu malam minggu biar nggak jadi wacana terus ya kan?" saut Udin dengan menyedot minuman es teh khas angkringan talokan. Kemudian saya dan teman-teman yang lain setuju. Setelah itu kami pulang dan mempersiapkan barang yang akan dibawa besok. 

pada hari Sabtu, 14 Mei 2022 siang kami berkumpul di kos Dani untuk persiapan sebelum pergi camping ke pantai. Kami segera memasukan barang-barang yang akan dibawa ke bagasi mobil. Setelah semua selesai kami segera berangkat agar dapat menyaksikan sunset yang indah di pantai. Oiya, tujuan kami adalah pantai jungwok. Pantai yang terletak di Gunung Kidul, Yogyakarta. Setelah perjalanan yang begitu panjang tibalah kami di pantai jungwok tersebut. Pantai dengan keindahan yang sangat memanjakan mata dengan suasana sore hari ketika matahari terbenam. Pantai tersebut masih terlihat sangat asri dan belum terjamah oleh beberapa orang. Sinyal internet pun tidak bisa diakses sama sekali disana. Dengan tidak adanya sinyal tersebut menambah kedekatan tersendiri diantara kami. Karena memang tidak ada dari kami yang sibuk dengan ponselnya masing-masing. 


Setelah menikmati sore, kami segera mendirikan tenda untuk bermalam. setelah tenda berdiri kami segera mengamankan barang-barang kami karena memang cuacanya sangat mendung dan gerimis. Setelah itu sebagian dari kami mencari air untuk menyeduh kopi. "de tadi kamu nggak bawa panci to?" ucap rizal yang sedang duduk dengan menikmati sebatang rokok dan berusaha memasang gas ke kompor portable. "oiya lupa i" saut ade dengan menepuk jidat dan dengan wajah yang resah. akhirnya salah satu teman kami yaitu dani mempunyai inisiatif untuk meminjam ke warung terdekat. memang dani adalah seorang teman kami yang jenius berpikir sat set das des wat wet dan segera mencari jalan keluar agar kami bisa memasak. Akhirnya dia datang membawa panci, mangkok, sendok, dan gelas. "nih tak pinjamkan ibuk warung di sana, besok harus di kembalikan" ucap dani dengan menyodorkan peralatan masak tersebut. Setelah itu kami bisa memasak air untuk menyeduh kopi dan memasak mi instan untuk mengganjal perut setelah perjalanan panjang. 

Setelah itu kami mulai untuk beristirahat dan melepas penat dengan menikmati suasana di pinggir pantai. Kebetulan saat hari mulai malam cuaca sedikit demi sedikit mulai cerah dan bintang-bintang pun mulai kelihatan. Dibawah langit yang indah dengan dihiasi bintang dan bulan dan ditemani secangkir kopi serta alunan musik kami saling bercengkrama bercanda gurau untuk menghabiskan waktu yang mungkin sulit untuk terulang kembali. Kami pun tak sadar bahwa malam itu adalah malam purnama. Tenda yang kami buat pun tersapu ombak pasang pantai tersebut. Rizal yang segera membuat bendungan dari pasir dan tumpukan batu karang dipinggir tenda. "ayo ini dibuat biar airnya nggak terlalu banyak kesini, nanti nak tendanya tersapu air" ucap rizal sembari membuat bendungan tersebut. Ternyata benar bendungan tersebut mempunyai fungsi, air dari pantai tersebut tidak bisa menyapu lagi tenda yang kami buat. 

Setelah saling bercengkrama dan bercanda gurau untuk menghabiskan waktu liburan ini secara perlahan kami pun ketiduran di pinggir tenda di atas tikar yang dibawa oleh ucup. Setelah tiba waktu pagi kami menikmati suasana indahnya pantai jungwok saat pagi hari. Setelah matahari mulai tinggi kami segera membereskan tenda dan membersihkannya dari pasir pantai. Setelah semua beres kami bermain air sebentar untuk melepas penat. "enaknya sarapan apa ini" ucap soleh di pinggir pantai dengan rambut penuh pasir dan baju basah kuyup. "soto di warung ibu yang dipinjami peralatan masak itu aja" saut raya yang sedang menggigil kedinginan karena basah kuyup dan terkena angin sepoi di pantai. "masuk iki" ucap rizal dengan baju yang basah pula dan sedang menikmati rokok diatas batu karang besar. Akhirnya kami pun segera pergi ke warung tersebut untuk memesan sarapan pagi. sebelum menikmati sarapan tersebut kebetulan di dekat warung tersebut terdapat kamar mandi untuk membilas pakaian kami yang basah. Setelah ganti baju kami segera menikmati sarapan dan kemudian kami packing untuk pulang. Hari yang sangat panjang kami lalui bersama, sebuah kebersamaan dan pengalaman yang tidak akan terlupakan. 


Sebuah kebersamaan pasti akan berakhir, tetapi kebahagiaan akan tetap abadi dalam kenangan yang indah. 

Yogyakarta, 14 Mei 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENIKMATI SEGERNYA SOTO DAN PENTOL KUAH KHAS WARUNG MAKAN BU FITRI DI CEMORO KANDANG TAWANGMANGU

  Diambil dari Miftah Asyrofi Muhtar  (Sabtu, 14 Januari 2023) Cemoro kandang merupakan wilayah dari kecamatan Tawangmangu bagian paling timur dari Kabupaten Karanganyar. Kawasan ini berada di ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut. Udara dingin dari pegunungan sangat terasa di kawasan ini. Ditengah dinginnya udara di kawasan ini, rasanya lidah ini ingin menyantap masakan yang panas-panas untuk menghangatkan tubuh ini. Saat melintas di jalan yang naik dan berbelok-belok, dari sekian banyaknya warung di pinggir jalan saya tertarik berhenti ke salah satu warung soto yang sangat menarik desainnya, warung Bu Fitri namanya. Warung ini terletak di depan pas tulisan Titik 0 Cemoro Kandang dekat dengan perbatasan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karanganyar. Warung soto ini di desain dengan nuansa kekinian yang menarik para pemuda-pemudi atau wisatawan untuk berhenti di warung Bu Fitri ini. Warung ini sangat luas dan terdapat 3 lantai. Tempat duduknya lesehan kecuali untuk lantai...