Langsung ke konten utama

PROGAM MERDEKA BELAJAR DAN KREATIVITAS MAHASISWA

 

Oleh: Miftah Asyrofi Muhtar

Kurikulum merdeka belajar merupakan evaluasi dari kurikulum 2013. Merdeka belajar mulai diresmikan dan diumumkan oleh Nadiem Makarim Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi pada bulan Februari 2021. Ada beberapa progam yang diterapkan dalam kurikulum merdeka belajar ini terkhusus bagi mahasiswa. Progam merdeka belajar untuk mahasiswa meliputi pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, magang merdeka, dan masih banyak yang lainnya.

Sebenarnya banyak yang mengkritisi mengenai kenapa kurikulum 2013 yang sejatinya belum dilaksanakan secara sempurna tetapi sudah diganti dengan progam-progam baru yang justru memiliki banyak perbedaan. Bahkan sekolah di pelosok-pelosok desa pun belum sepenuhnya bisa menerapkan kurtilas dengan baik tetapi sudah diganti dengan kurikulum baru dengan berbagai progam yang begitu banyak. Penulis mencoba untuk memberikan riset dan opini mengenai kurikulum merdeka ke dua sekolah dan jenjang yang berbeda di daerah Boyolali yaitu di MTs Negeri 11 Boyolali dan MIM Walen 1 Boyolali. Kebanyakan dari mereka ketika di wawancarai mengenai kurikulum merdeka ini mengatakan bahwa kurikulum ini sangat baik, sangat mendukung bahwa belajar bukan hanya di sekolah saja tetapi bisa dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Tetapi ada sisi buruk dan membingungkan terutama bagi guru-guru yang ada di sekolah dasar yaitu bagaimana caranya mereka menerapkan pembelajaran dengan topik tema dan menyangkutkannya ke pembelajaran lain atau terhadap objek-objek lain yang memiliki hubungan dengan pembelajaran tersebut. Selain itu mereka juga bingung mengenai apa yang dinamakan progam sekolah penggerak, guru penggerak dan lain sebagainya. Bahkan dari kedua sekolah tersebut belum lama baru menerapkan kurikulum 2013 dan bahkan belum di implementasikan secara maksimal.

Memang sebenarnya kurikulum merdeka sangatlah baik tujuannya. Dari sisi mahasiswa, mereka sangat di untungkan karena dapat menimba ilmu baru diluar kampus dan mendapatkan pengalaman yang lebih. Tidak hanya itu, mereka para mahasiswa yang ikut serta dalam progam-progam merdeka belajar kampus merdeka juga mendapatkan uang saku. Uang saku itupun tergolong sangat banyak jika diberikan kepada mahasiswa dan cukup untuk kebutuhan satu bulan mereka. Bahkan ada salah satu progam kampus merdeka yang dibiayai sampai dengan 40 juta untuk mengabdi di salah satu desa dan memberikan dampak untuk desa tersebut. Nama progam pengabdian masyarakat tersebut adalah PPK (Progam Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa) yaitu progam yang memberikan peluang kepada organisasi mahasiswa untuk melakukan pengabdian ke masyarakat dan memberikan dampak ke masyarakat tersebut.  

Mahasiswa yang mengikuti progam-progam merdeka belajar kampus merdeka memang mereka merupakan pilihan. Karena sebelum mengikuti progam-progam ini mereka harus mengumpulkan persyaratan seperti minimal IPK, pengalaman, CV, dan lain sebagainya serta melakukan Tes secara daring yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Bagi mereka yang lolos tahap seleksi maka mereka akan diberikan pembekalan terlebih dahulu agar siap terjun ke progam-progam sasaran. Banyak pengalaman yang akan mereka dapatkan karena mereka akan belajar di luar kampus dan tentunya akan mendapatkan ilmu yang lebih dibandingkan mahasiswa yang tidak mengikuti progam ini. Contohnya mereka mengikuti progam pertukaran pelajar, mereka dapat menimba ilmu di salah satu kampus tujuan mereka dan progam studi pilihan mereka selama satu semester. Progam Magang merdeka, dimana mereka para mahasiswa diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di perusahaan-perusahaan besar. Tentunya progam-progam merdeka belajar tersebut sangatlah baik untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa yang notabene adalah kaum intelektual dan sebagai agen of change disuatu peradaban.

Jika dilihat dari satu sisi sebenarnya memang menguntungkan dan memberikan pengalaman untuk mahasiswa. Tetapi tak banyak dari mereka yang mengeluh dan mengkritisi mengenai progam-progam kampus merdeka ini. Dari riset penulis yang telah dilakukan ada mahasiswa yang mengatakan bahwa progam kampus merdeka tidak tepat jika kuliah untuk datang ke kampus tetap harus dilakukan. Karena sebagain dari dosen tidak mentoleren mahasiswa yang mengikuti progam kampus merdeka. Selain itu, yang sebenarnya mereka berhak untuk mengkonversi SKS mereka tetapi kebijakan dari kampus berbeda. Padahal kebijakan dari kemendikbud bahwa mahasiswa yang mengikuti progam kampus merdeka diberikan konversi 20 SKS. Tetapi kenyataannya banyak kampus yang masih belum bisa mengimplentasikan progam ini dengan baik.

Melihat dari sisi tersebut penulis menyimpulkan bahwa apakah kebijakan yang dibuat oleh Kemendikbud kurang atau memang dari kampus belum bisa mengimplementasikannya dengan baik? Jika dilihat dari kasus diatas maka seharusnya Kemendikbud memberikan secara langsung jenis mata kuliah yang bisa dikonversi agar tidak terdapat kesenjangan ketika progam sudah dilaksanakan. Selain itu, kebijakan-kebijakan tersebut harus benar-benar di evaluasi agar mereka para mahasiswa, dan elemen-elemen yang terkait dapat mengimplementasikan progam merdeka belajar dengan baik sehingga nantinya dapat benar-benar memberikan dampak dan sesuai tujuan dari kurikulum merdeka belajar di luncurkan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENIKMATI SEGERNYA SOTO DAN PENTOL KUAH KHAS WARUNG MAKAN BU FITRI DI CEMORO KANDANG TAWANGMANGU

  Diambil dari Miftah Asyrofi Muhtar  (Sabtu, 14 Januari 2023) Cemoro kandang merupakan wilayah dari kecamatan Tawangmangu bagian paling timur dari Kabupaten Karanganyar. Kawasan ini berada di ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut. Udara dingin dari pegunungan sangat terasa di kawasan ini. Ditengah dinginnya udara di kawasan ini, rasanya lidah ini ingin menyantap masakan yang panas-panas untuk menghangatkan tubuh ini. Saat melintas di jalan yang naik dan berbelok-belok, dari sekian banyaknya warung di pinggir jalan saya tertarik berhenti ke salah satu warung soto yang sangat menarik desainnya, warung Bu Fitri namanya. Warung ini terletak di depan pas tulisan Titik 0 Cemoro Kandang dekat dengan perbatasan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Karanganyar. Warung soto ini di desain dengan nuansa kekinian yang menarik para pemuda-pemudi atau wisatawan untuk berhenti di warung Bu Fitri ini. Warung ini sangat luas dan terdapat 3 lantai. Tempat duduknya lesehan kecuali untuk lantai...