Langsung ke konten utama

Wisata New Selo Boyolali



    New Selo yang bertempat di Lencoh Boyolali, Jawa Tengah adalah salah satu wisata terpopuler dan banyak dikenal di Boyolali. Wisata ini ramai dikunjungi oleh wisatawan dihari libur maupun hari biasa. New Selo terletak di dataran tinggi tepatnya dilereng gunung merapi.  Wisata New Selo memberikan nuansa tersendiri ketika kita berkunjung, udara yang sejuk khas pegunungan menambah sensasi yang berbeda ketika kita berkunjung kesana. 
    panorama keindahan wisata New Selo tak bisa diragukan, garangnya lanskap pemandangan gunung merapi dan lembutnya pemandangan lanskap gunung merbabu menambah wisata ini semakin menarik untuk dikunjungi. Kita hanya cukup membayar 10 ribu rupiah dan sudah bisa menikmati fasilitas yang lengkap ditambah lagi dengan menikmati indahnya pemandangan gunung merapi, gunung merbabu, dan indahnya kota boyolali. Selain itu, di New Selo terdapat sumber mata air yang konon bisa menghidupi sebagian besar warga Selo Boyolali yang bernama "tuk babon". 
    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KIAI SINGOPRONO

     Makam Kiai Singprono di Gunung Tugel Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali Kiai singoprono tinggal dan menjadi tokoh agama di suatu desa. Nama desa tersebut dikenal dengan nama Walen. Kiai Singoprono adalah putra dari kyai Ageng Wongsoprono II. kyai Ageng Wongsoprono II adalah Putra Raden Djoko Dandun (Syaikh Bela Belu) Putra Raja Majapahit ( Brawijaya V). Kiai singoprono terkenal sakti dan taat. Istrinya bernama Tasik Wulan. Sifat Kiai Singoprono yang suka menolong, sangat berbudi luhur dan sakti telah tersebar ke luar daerah. Penghasilannya diperoleh dari bercocok tanam. Selain itu, konon katanya Kiai Singoprono juga tidak malu menjual dawet dan nasi di pinggir jalan. Meskipun menjual untuk memperoleh penghasilan namun tidak jarang pula Kiai Singoprono membagikannya untuk yang membutuhkan. Tempat tinggal kiai singprono yaitu di desa walen memang memiliki banyak sejarah yang kemudian menjadi salah satu desa yang menjadi cikal bakal terbentuknya nama-nama desa atau wi...

MENYATU DENGAN ALAM DI PANTAI JUNGWOK KABUPATEN GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA

  Oleh : Miftah Asyrofi Muhtar Setelah sekian lama kita tak beraktivitas karena adanya pandemi yang menghantam semua umat manusia akhirnya kita bisa menikmati lagi sebuah kebebasan untuk beraktivitas di luar rumah. Begitupun kegiatan perkuliahan yang semula dilaksanakan secara daring akhirnya perlahan mulai dilaksanakan secara luring. Di momen itulah saya dan teman-teman berkumpul kembali seperti sebelum pandemi datang.  Akhirnya kita semua merencanakan untuk berliburan setelah sekian lama tidak bertemu.  Sebenarnya rencana ini sudah direncanakan sebelum pandemi datang. Tetapi mungkin dari saya atau teman-teman memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sebenarnya liburan ke pantai tersebut merupakan rencana dadakan. Rencana tersebut tiba-tiba muncul di benak saya pada saat kuliah. Setelah kuliah, kami pergi ke talokan. Ya, talokan namanya. Talokan adalah sebuah angkringan yang terletak di pinggir sawah di  mendungan, Pabelan, kecamatan kartasura. Kami biasa me...